Semua tindakan Eddie adalah kepura-puraan, dan Caroline dengan senang hati ingin membantu suaminya untuk... Cough... Anda tahu, kan?
Marissa segera menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku tidak perlu berutang budi kepada siapa pun."
Mengeluarkan Syringe Gun kecil, Caroline menyuntikkan vaksin ke lengan Marissa.
"Dalam waktu sekitar tiga puluh menit, tubuhmu akan mengalami reaksi. Bersiaplah, tubuhmu akan kejang-kejang." Eddie mengangguk.
"Reaksi? Kejang-kejang? Apakah saya akan berubah menjadi zombie?" Marisa bertanya-tanya.
"Tidak, kejang-kejang itu mengacu pada efek samping Serum. Setelah vaksin itu bekerja, virus akan segera dieksresikan, yang mana akan membuat tubuhmu mengeluarkan kemampuan yang unik..." Eddie menyipitkan matanya.
"Kemampuan unik? Maksudmu apa?" Sienna merasa tertarik.
"Kemampuan unik itu namanya kentut." Eddie tersenyum buruk.
Kentut? Mendengar itu, Marissa bahkan menjadi lebih malu. Dia adalah seorang gadis, bagaimana bisa dia kentut di depan banya orang? Ini sangat memalukan!
"Kentut adalah fenomena fisiologis yang normal, apakah kalian tidak mengetahuinya?" Eddie menjelaskan hal sederhana ini sambil tersenyum.
Perkataan itu membuat Marissa tidak dapat berkata-kata. Sambil memelototi pria itu, dia hanya bisa berjongkok di sudut sambil merajuk.
Sienna juga memandang Eddie dengan tatapan jijik.
Jettingham dan Hunk sama-sama memandang. "Apakah para Ilmuwan begitu aneh dalam penelitian mereka?"
"Hal yang normal bagi mereka, orang biasa seperti kita tidak akan paham." Hanya itu yang dapat dikatakan oleh Hunk.
Di tempat lain, Alfred yang menjadi dalang dalam pembajakan pesawat Eddie dan Echo Six menggeram. "Orang-orang keji... kalian akan mati dengan kematian yang mengerikan! Tunggu saja sampai kalian dimakan oleh semut!"
Di Rockfort Island, Wesker hanya mendapat beberapa informasi tentang Hunter versi yang telah ditingkatkan. Adapun informasi penting lain tidak dapat dia dapatkan karena waktunya yang pendek di pulau ini, berkat program peledakan pulau, dia perlu bergegas cepat untuk dapat menyelamatkan hidupnya.
Diiringi dengan suara ledakan, seluruh pulau Rockfort meledak, asap api yang membara langsung memenuhi langit pulau.
Ledakan itu dimulai dari fasilitas penelitian bawah tanah, lalu menyebar ke seluruh pulau!
Bandersnatch, Gulp Worm, Albinoids, dan monster-monster lainnya langsung diledakkan menjadi potongan-potongan kecil. Dari ledakan besar itu, nampaknya semua bukti kejahatan yang telah disembunyikan musnah!
Setelah ledakan, sejumlah besar konsentrasi gas api bocor, hal ini menyebabkan seluruh pulau terbakar. Bahkan hujan ringan yang terus menerus mengguyur pulau tidak dapat memadamkan api itu.
Komandan armada yang ikut dalam misi ini langsung menghela nafas lega. Akhirnya dia berhasil menarik para prajurit yang selamat.
Tentara bayaran yang dipekerjakan oleh F.B.C. mundur bersama dengan para Marinir ke pulau kecil tempat pendaratan.
Di pulau itu, banyak sekali bangkai hiu mutan yang telah terdampar di pesisir pantai. Ada juga mayat zombie yang telah diburu di mana-mana, mayat-mayat itu memancarkan bau amis yang sangat menyengat!
Pulau utama yang tidak jauh dari pulau kecil itu telah dilalap oleh api, untungnya pulau kecil itu tidak terpengaruh, ada juga speedboat yang dapat mereka gunakan.
Tapi apa yang tidak mereka duga adalah, ada kepompong besar yang berisi monster kuat. Monster dalam kepompong itu tidak lain dan tidak bukan adalah Tyrant Nemesis.
Berkat parasit baru yang dikembangkan oleh cabang Eropa, dia memiliki pertahanan tubuh yang telah di perbarui. Selain itu dia juga memiliki kemampuan baru untuk menyerap setiap makhluk yang ada di sekitarnya.
Ketika monster itu di dalam kepompong, tentakel panjang akan terus menarik zombie, makluk hidup, dan hewan-hewan yang ada di dekatnya untuk dijadikan energi bagi Tyrant Nemesis itu.
Setelah sepuluh menit menyerap "makanan" yang dia butuhkan, kepompong itu akhirnya rusak. Monster merangkak bertubuh raksasa muncul, tentakel besar yang melambai-lambai menempel di tanah. Mengandalkan cairan yang tubuhnya hasilkan, monster itu bergerak maju.
"Monster macam apa itu?!" Seorang kapten Korps Marinir terkejut. Kemudian, kakinya tiba-tiba ditarik oleh sesuatu!
"Tembak!" Kapten lain segera mengambil senapan serbu dan menembak musuh.
Peluru itu menghantam Tracker tanpa membuahkan hasil. Setelah batasan-nya telah dicabut, Tyrant Nemesis dapat tumbuh menjadi monster menjijikkan setinggi tiga puluh meter. Pertumbuhan ini berkat semua makhluk yang dia serap sebelumnya.
"What the fuck is that?!"
"Tembak!" Komandan armada meraung.
"Tapi pak, masih ada rekan kita di pulau itu!" Ajudan berkata dengan ragu-ragu.
"Jika kita tidak menghancurkannya sekarang, maka monster itu akan menjadi lebih sulit untuk dihadapi. Bahkan jika kita perlu berkorban, kita perlu melenyapkan monster itu sekarang juga!"
Komunikator menyampaikan perintah komandan itu. Detik berikutnya, tiga kapal perang mulai menembaki pulau. Artileri kaliber besar menghantam pulau dan monster mengerikan itu, setiap saat, teriakan mengerikan monster itu terdengar.
Access 286 extra chapters here: patréon.com/mizuki77
Use code: SUMMER for 50% Discount. Valid till July 26, 2026.
