Cherreads

Chapter 3 - Tree of World That Everything

Langit gurun belum sepenuhnya cerah, mentari masih separuh menggantung di cakrawala. Namun angin terasa jauh lebih berat. Bukan dari panasnya... tapi dari tekanan yang muncul mendadak—berat, menyesakkan, seolah dunia sendiri menahan napas.

Pasir beterbangan dalam pusaran halus, nyaris tak terdengar, namun tak satu pun makhluk di sekitar kereta Ein yang berani bergerak.

Dia muncul bukan dari balik bukit pasir, bukan dari kedalaman gurun... tapi dari atas langit—menukik seperti bayangan yang mengoyak eksistensi realitas. Sesuatu yang lebih tua dari waktu di tempat itu... berdiri, menjulang, menggetarkan hati bahkan mereka yang telah mati rasa terhadap rasa takut.

Raja Monster Gurun.

Sosok setinggi hampir sepuluh meter, dengan tubuh seperti naga raksasa bersisik pasir keemasan, namun wajah dan ekornya memiliki elemen dari spesies ikan purba—mulut besar penuh gigi melengkung, dan mata tak memiliki pupil, hanya pancaran cahaya zirkon biru yang dalam dan menyala. Dua tanduk melengkung seperti sabit hitam membingkai kepala besarnya.

Ia berdiri diam. Tidak bergerak. Tapi waktu sendiri seperti tertahan olehnya.

Chelcia hampir menjerit, namun suara tak keluar dari kerongkongannya. Bahkan Greapnir, wyrm penarik kereta gurun mereka, menunduk dengan gemetar, dan salah satu bahkan sempat roboh di atas pasir.

Derrick, yang biasanya menyombongkan pasukannya, kini mengangkat tangannya perlahan dan menundukkan kepala. "T-turunkan semua hadiah... SEKARANG!"

Para kafilah, yang sebelumnya tenang dan bijak, langsung bersujud, mengangkat hadiah mereka—makanan eksotis, ramuan langka, bahkan satu kafilah membawa sebuah kotak perak berisi bijih kristal sihir gurun yang hanya bisa ditemukan setahun sekali.

Ein tetap berdiri, namun keringat menetes di pelipisnya. Dia belum pernah merasakan tekanan seperti ini... bahkan ketika bertemu Sethian, makhluk dari luar pemahaman mereka, setidaknya Ein bisa tetap berpikir.

Tapi Raja Monster Gurun ini... kehadirannya menyatu dengan alam. Bukan kekuatan yang merusak, tapi kekuatan yang mewakili tatanan ekosistem gurun itu sendiri.

Chelcia akhirnya berhasil berbicara, suara gemetar, "Ein... a-apa yang akan kita lakukan... apakah kita... akan—"

Ein mengangkat tangannya. "Tenang. Jangan bergerak."

Lalu ia membuka ruang dimensi kecil dan mengeluarkan sebuah kotak kecil—sebuah buah kristal biru langit yang tampak seperti batu mulia namun memancarkan energi kehidupan.

"Ini... hadiah kita."

Derrick menoleh cepat. "Itu—itu Azure Fractal Fruit dari pohon langka yang hanya tumbuh satu setiap dua ratus tahun sekali di pulau terapung Calvenith?!"

Ein hanya menatap lurus ke depan. "Ya. Aku memintanya dikirimkan diam-diam oleh keluarga Venustia sebelum keberangkatan. Aku... hanya merasa kita akan butuh sesuatu seperti ini."

Langkah Raja Monster Gurun mulai terdengar... tidak seperti suara kaki menghantam tanah. Tapi seperti denyut jantung gurun itu sendiri. Setiap langkahnya membentuk gelombang kejut pasir. Setiap gerakannya menimbulkan denting sihir seperti lonceng raksasa yang hanya bisa didengar jiwa-jiwa peka.

Sampai akhirnya...

Ia berhenti tepat di depan Ein.

Dan...

Berbicara.

"Manusia..."

Suara itu dalam. Tidak menggema. Tapi langsung muncul di pikiran seluruh makhluk yang hadir.

"Hadiahmu... diterima."

Lalu satu detik yang terasa seperti ribuan tahun pun berlalu. Raja Monster Gurun mendekatkan wajahnya pada Ein.

"Tapi... aku ingin lebih dari itu."

Matanya menyala, dan untuk sesaat, pasir di sekitar mereka mulai melayang.

Ein tetap tak mundur. "Apa yang kau inginkan?"

Raja Monster Gurun membalikkan kepalanya sedikit, lalu menatap ke arah... Chelcia.

"Dia. Dia membawa sesuatu."

Dan semua mata menoleh pada sang putri kekaisaran.

Chelcia tersentak. "A-apa maksudnya? Aku tidak membawa—"

Raja Monster Gurun mengangkat salah satu cakar depannya. "Di dalam kantongmu. Sebuah kalung. Itu milikku. Dulu. Ribuan tahun yang lalu."

Chelcia tersentak, lalu menyadari... kalung yang diberikan ibunya ketika kecil. Kalung dengan liontin berbentuk mata naga pasir, sesuatu yang katanya hanya sebagai jimat perlindungan.

Ein segera bergerak cepat. "Jika itu milikmu... maka kami bersedia mengembalikannya sebagai bagian dari hadiah kami."

Raja Monster Gurun menatap dalam, lalu... tertawa.

Bukan tertawa seperti makhluk Hidup.

Tapi gempa yang tertawa. Gunung yang retak sambil tertawa.

"Kau Manusia Yang Menarik, Manusia. Aku menerimanya. Dan... sebagai gantinya... kalian akan kulindungi. Sepanjang sisa hidupku."

Dan seketika... tekanan lenyap. Angin berhenti. Pasir kembali jatuh ke tanah. Greapnir mengangkat kepalanya kembali. Derrick duduk terkulai karena tekanan tadi.

Raja Monster Gurun membalikkan tubuhnya. Tapi sebelum pergi, ia berkata:

"Aku menyukaimu, Manusia. Kau... berbeda. Tidak seperti manusia lainnya. Tidak seperti dewa. Tidak pula seperti iblis. Suatu saat nanti... kau akan berdiri di tempatku."

Lalu ia melompat, dan tubuh besarnya kembali menghilang di balik langit yang membara.

Dan dunia pun hening.

------

Gurun itu terus memanjang bagaikan lautan emas yang tak bertepi. Rombongan diplomat Kekaisaran Grahameils dan Kebangsawanan Venustia perlahan melintasi wilayah berpasir yang terpanggang matahari, tak ada suara selain hembusan angin gurun yang membawa butiran pasir lembut beterbangan. Suasana terasa damai, tidak ada yang tidak waspada, namun mereka semua tetap tenang Seakan-akan itu tidak ada yang terjadi Disekitar Mereka.

Kereta utama, tempat Ein dan Putri Chelcia berada, berguncang lembut. Di bagian dalamnya, udara dingin diciptakan oleh penghalang sihir yang ditanamkan oleh Ein. Chelcia duduk santai sambil membaca satu gulungan catatan diplomasi, namun sesekali dia mencuri pandang ke arah Ein yang kini duduk bersila di ujung ruangan.

Matanya tertutup, napasnya tenang. Tapi bukan tidur. Aura yang terpancar dari tubuhnya tidak biasa—terasa seperti riak kecil di permukaan lautan tak berujung. Derrick yang duduk di kursi luar kereta menoleh ke arah prajurit lainnya.

"Dia sudah mulai…" gumam Derrick. "Dia menyuruh kita untuk tidak Mengganggunya kalau begitu biarkan dia Bermeditasi."

Chelcia melirik sekilas, ingin bertanya. Namun ketika dia melihat wajah Ein yang tenang—nyaris seperti patung dewa—ia memilih diam.

Ein perlahan memasuki keadaan kesadaran yang lebih dalam. Detak jantungnya mulai melambat, namun pikirannya justru semakin aktif. Dia melepaskan koneksi tubuhnya dengan dunia luar secara bertahap. Dalam satu hembusan napas terakhir, dia merasakan jiwanya melampaui batasan tubuh fisiknya.

—DORR

Sebuah suara berat menggema dalam benaknya. Suara yang bukan suara… tapi getaran metafisik, Tapi Juga Yang Melampauinya.

Ein membuka matanya.

Namun yang dia lihat bukanlah kereta, gurun, atau Putri Chelcia. Dia berdiri dalam kehampaan yang tak berbatas, dengan Ketiadaan Tanpa Ujung dan Tanpa Batas silih berganti di sekelilingnya. Tidak Ada Langit, tidak ada darat, dan tidak ada lautan, sepenuhnya adalah Ketiadaan yang tak terbayangkan.

"Tempat ini…" Ein bergumam, suaranya menggema ke segala arah. "Alam pikiranku sendiri…"

Di hadapannya berdiri sebuah gerbang raksasa. Tingginya tidak bisa diukur. Luasnya tak bisa ditentukan. Gerbang itu terdiri dari simbol-simbol primordial, tersusun dari elemen kata, makna, logika, dan paradoks, Walau Sepenuhnya Melampaui Dan Mencakupnya.

Tertulis satu nama:

Gate of World

Ein melangkah maju. Setiap langkah membuat Ketiadaan di sekitarnya Memancarkan Gelombang Layaknya Air Yang Diinjak. Saat dia menyentuh gerbang itu dengan telapak tangannya, seluruh alam pikirannya menyala.

—KREK

Gerbang itu terbuka perlahan… dan di baliknya adalah pemandangan yang tak bisa dideskripsikan dengan logika Apapun, Melampaui Segalanya Bukti, dan Teori.

Di hadapannya berdiri sebuah pohon raksasa, menjulang melintasi seluruh Ketiadaan.

Tree of World.

---

Penjelasan Pohon Dunia: Tree of World

Pohon itu tak bisa disamakan dengan pohon biasa. Ia bukan benda fisik, melainkan representasi absolut dari Segalanya dan semua Segalanya.

Akarnya menembus ketiadaan dan menciptakan Dzaturna, atau Infinite Primeverse, di mana setiap kemungkinan semesta, entah itu outerverse, omniverse, Hyperverse, Metaverse, Kiloverse, Multi-multiverse, dan Semesta Lain Yang Meta-meta-meta-meta-meta-meta-meta-meta Tak Terhingga Segalanya, Alam Semesta Yang Terus-Menerus Bertumbuh Tanpa Batas Hingga Melampaui Segala Cardinal, Dalam Teori, Melampaui Segala Bentuk Teori, Melampaui Segala Pemikiran, Melampaui Segala Teori Entitas Transenden, Melampaui Ruang-Waktu, Melampaui Realitas, Melampaui Teori Penciptaan Seperti Out of Nothing, Sepenuhnya Tidak Dapat Diukur, Tidak Dapat Dikompres Dalam Pemikiran, Tidak Pernah Muncul Dalam Ide, Tidak Pernah Bisa dipahami Oleh Konsep.

Dahannya menjulang ke segala arah, bercabang tanpa ujung, masing-masing mewakili Tellurian atau Infinite Narratives, di mana setiap Yoktoetik Dalam Kisaran Yang Tak Terhingga memiliki narasi bercabang tanpa akhir, Mencakup Dan Melampaui, Melampaui Dan Mencakup, Mencakup Dan Diluar, Diluar Dan Didalam, Didalam Dan Ditengah, Ditengah Dan Diatas, Diatas Dan Dibawah, Dibawah Dan Didepan, Didepan Dan Dibelakang, Menyebutkan Nama Tellurian Sama Saja Dengan Menyebutkan "Segalanya", Menolak Dan Menerima, Menyebutkan Segalanya Sama Saja Dengan Menyebutkan "Tellurian", Segalanya Sama Saja Dengan Tellurian, Dan Tellurian Sama saja Dengan Segalanya.

Daunnya bersinar, tiap helai mengandung Tzuthirilian atau Infinite Essence, Tempat Dimana Disimpannya Setiap Esensi, Menggabungkan, Atau Memisahkan, Menulis, Atau Menghapus, Menciptakan, Atau Menghancurkan, Membunuh, Atau Menghidupkan, Mengimajinasikan, Atau Mengilusikan, Segalanya, Tzuthirilian Adalah Segalanya Dan Segalanya Adalah Tzuthirilian, Melampaui Segala Bentuk Dari Bentuk, Dan Dari Wujud, Hingga Meta-meta-meta-meta Yang Tak Terhingga, Sepenuhnya Non-dualitas Dan Transdualitas, Tak Terpahami, Dan Tak Terlukiskan, Tak Terkira, Tak Dapat Dihilangkan, Dihancurkan, Dipudarkan, Sepenuhnya Tidak Terbagi, dan Tak Terbandingkan

Batangnya disebut Celrtie, mewakili Infinite Reality, tempat semua kenyataan, bahkan kenyataan yang menyangkal kenyataan lain, terjalin bersama, Melampaui, Menyamai, Diluar, Ditengah, Didalam, Diatas, Dibawah, Dan Didepan, Dan Kiri, Secara Bersamaan, Mencakup Segalanya, Segalanya Adalah Celrtie Dan Celrtie Adalah Segalanya, Dalam Realitas, Atau Yang Melampauinya Sekalipun.

Tubuh Pohon adalah Xnantkhnad, Infinite Dimension, Sebuah Dimensi Yang Tak Terhingga, Dapat Berupa Dimensi Yang Tanpa Batas, Yang Mana Disetiap Waktu Terus-Menerus Tumbuh Secara Tak Terbatas, Hingga Melampaui Tak Terbatas, Mencakup Dan Melampaui Kuantitatif, Kualitatif, Meta-Kuantitatif, Meta-Kualitatif, Meta-meta-meta-meta-meta-Kuantitatif, Dan Meta-meta-meta-meta-meta-Kualitatif, Yang Tak Terhingga, Menyatu, Didalam, Diluar, Ditengah, Melampaui, Melebihi, Dan Menutup Segalanya Secara Bersamaan, Dia Mencakup, Tapi Juga Melampauinya, Sepenuhnya Melampaui Segalanya, Dia Adalah Segalanya, Dan Segalanya Ada Karena Dirinya, Segalanya Adalah Xnantkhnad Dan Xnantkhnad Adalah Segalanya.

Buah-buahnya melayang tanpa gravitasi, masing-masing merupakan Vshalterial, Infinite Paradox, kontradiksi absolut yang saling menyatu, tempat di mana realitas dan imajinasi tidak lagi berbeda, Mengandung Segala Bentuk Naskah Yang Salah, Dibuang, Atau Yang Sudah Terhapus, Mencakup Segala Paradoks, Tidak, Bahkan Melampaui, Diluar, Ditengah, Melebihi, Didalam, Dari Paradoks Secara Bersamaan.

Bijinya adalah Relorleast, atau Infinite Lore. Setiap biji menyimpan seluruh kisah, sejarah, Naskah, Skrip, Kepribadian, Sifat, Sistem, Kekuatan, Kemampuan, Teknik, Sihir, Keterampilan, Ciptaan, Non-Ciptaan, Meta-Kualitas, Kualitas, Meta-meta-meta-meta-meta Kualitas, Bahkan Yang Meta Tak Terhingga Jumlahnya.

Dan terakhir, ketentangan antara semua ini disebut Dualertea, Infinite Duality, yang Mencakup Segala, Semua, Seluruh, Dan Setiap Dualitas, Yang Pernah Ada, Sedang Ada, Akan Ada, Tidak Pernah Ada, Tidak Mungkin Ada, Dan Tidak Ada.

Ein berdiri di depan pohon itu, menyadari bahwa seluruh eksistensinya hanya satu molekul dari keseluruhan sistem kosmik yang jauh melampaui pemahaman.

Namun dia tak gentar. Dia melangkah menuju salah satu buah yang tergantung rendah, dan menyentuhnya.

------

Relorleast – Lore of the Jishin Sora.

Seketika pikirannya diserap ke dalam lorong-lorong naratif yang menyusun esensi dari sosok legendaris:

Jishin Sora – Sang Raja Monster Gurun

Dia melihat:

Lahir dari kehampaan gurun purba yang tidak memiliki nama, di mana bahkan dewa-dewa menolak berkuasa.

Keberadaannya melampaui spesies. Dia bukan naga, bukan ikan, bukan roh, bukan dewa. Dia adalah entitas mandiri yang mengandung hukum dan anomali dalam satu tubuh.

Perjalanannya menaklukkan gurun, mendirikan takhta di atas pasir, menyatukan monster-monster gurun, menjadikan mereka satu bangsa.

Hari kelahirannya menjadi hari suci. Hukum kosmos ditunda selama sehari demi menghormatinya.

Setiap detail tentang Jishin Sora masuk ke dalam otak Ein. Dalam waktu yang tak Terhingga di alam pikiran, Ein mempelajari segalanya. Bahkan cara berpikir, cara bernapas, hingga kontradiksi keberadaan Jishin Sora.

Dan ketika dia selesai…

…hanya lima hari telah berlalu di dunia nyata.

Kereta berhenti perlahan di depan gerbang megah—gerbang Ibu Kota Kerajaan Varelis. Derrick menoleh ke dalam dan mendapati Ein membuka matanya perlahan.

Seketika Derrick menggigil. Ada sesuatu dalam mata Ein. Bukan sihir, bukan kekuatan… tapi kedalaman. Kedalaman yang membuat Derrick sadar: "bocah itu bukan manusia biasa."

Ein bangkit perlahan, meregangkan tubuhnya, dan tersenyum kecil.

"Sudah sampai, ya?" katanya.

Chelcia yang berada di sisi lain kereta langsung berdiri. "Kau... tidur lima hari penuh."

Ein hanya tersenyum.

Namun dalam pikirannya… ia masih melihat pohon itu berdiri kokoh.

----

Kota yang terbentang di depan mata mereka bukanlah kota biasa. Ibukota Kerajaan Varelis, yang bernama Thal'zurein, menjulang bak kota emas di tengah dataran gersang. Benteng-benteng megah menjulang seperti dinding para dewa, dan menara-menara kristal biru menyala redup seiring bias cahaya matahari siang yang menari di permukaan batuan magis kota.

Kereta mereka—yang sebelumnya ditarik oleh Greapnir, tiga Wyrm gurun—melambat saat tiba di gerbang kota. Penjaga gerbang dengan zirah emas dan lambang singa bercakar empat berdiri berjajar dalam formasi sempurna. Di belakang mereka berdiri beberapa tokoh penting: Menteri Pertahanan Varelis, Lord Algrof Varestein, seorang pria tua dengan sorot mata tajam; Perdana Menteri Elsha Vi. Yurnas, wanita elegan dengan gaun formal yang dihiasi rune sihir politik; serta Master Strategist Militer, General Lurex Davon, pemimpin taktik dengan reputasi membelah kerajaan hanya dengan strategi.

Kereta berhenti.

Derrick turun lebih dulu, posturnya tegak dan aura militernya membuat beberapa penjaga mengangkat alis dengan kagum. Ia memperkenalkan diri dengan nada resmi namun tegas.

"Aku, Derrick Velstane, Komandan Pertama dari Unit Penjaga Kaisar Kekaisaran Grahameils. Telah membawa Putri Kekaisaran, Chelcia El. Al. Grahameils, dan Perwakilan Keluarga Marquis Venustia, Ein Al. Venustia."

Begitu nama Ein disebut, beberapa petinggi menoleh. Marquis Venustia bukan nama kecil. Mereka adalah kekuatan politik dan militer yang sangat diperhitungkan. Kedatangan anak keduanya, Ein, yang dikenal dalam rumor sebagai 'Cahaya Analitis dari Venustia', membuat banyak pikiran berputar cepat.

Chelcia turun dengan anggun, rambut pirangnya berkilau disinari sinar matahari, mengenakan jubah biru tua yang kini berubah warna menjadi perak muda karena sihir penyesuaian cuaca. Semua mata terpaku. Namun tatapan bangsawan bukan hanya kagum, melainkan penuh kalkulasi. Dia bukan sekadar putri: Dia adalah kunci diplomasi antara dua kerajaan superpower.

Ein turun terakhir.

Wajah tenangnya menyapu situasi seperti lautan tenang menyapu badai. Ia melangkah dengan mantap, mengenakan mantel hitam formal bergaya bangsawan timur utara dengan emblem Venustia di dada kiri. Di matanya terpantul pemetaan politik dari tiap gerak para pejabat di sekitarnya. Meskipun baru berumur 15 tahun, aura ketenangannya menyalip pejabat yang telah puluhan tahun berkecimpung dalam istana.

---

Setelah formalitas penyambutan selesai, ketiganya diarahkan ke kereta kerajaan Varelis—kereta istimewa dengan pelindung sihir 9 lapis, dilapisi mithril dan infused dengan jantung kristal aetherium. Interiornya? Dinding emas putih yang dilukis dengan simbol kosmologi Varelis, kursi empuk yang menyesuaikan postur tubuh secara otomatis, serta aroma terapi dari bunga langka Gurun Yernivas yang hanya bisa tumbuh di tengah badai pasir magis.

Saat kereta mulai berjalan, Chelcia tampak merebahkan diri dengan lega. Derrick, meski terlihat waspada, menyempatkan diri memamerkan pengetahuan militernya pada Ein—yang hanya mengangguk tipis sambil menyimpan data dalam pikirannya yang selalu bekerja.

Ein hanya berkata pelan, "Politik dan militer. Dua roda kerajaan yang akan kujalani secara bersamaan."

---

Mereka tiba di Elvarin Gold Suites, penginapan termahal dan tertinggi di Thal'zurein. Disambut oleh pelayan-pelayan berpakaian bersih dan wangi, mereka segera dipandu ke kamar masing-masing. Mandi dengan air dari sumber sihir pegunungan Zethral dan menggunakan sabun dari getah Kaktus Es Ylvan, mereka akhirnya bisa melepas lelah.

Namun Ein hanya duduk di jendela, menatap langit senja.

Ia tahu… Besok, segalanya akan berubah.

---

Saat matahari naik dan menembus menara kristal, rombongan telah bersiap. Mengenakan pakaian formal kebangsawanan, Ein mengenakan jas gelap Venustia yang dihiasi bordiran sihir anti-provokasi. Chelcia mengenakan gaun kerajaan dari Kekaisaran Grahameils, bersinar seperti mentari musim semi. Derrick? Tetap dalam zirah hitamnya, namun kini dengan lambang ganda: Grahameils dan bendera diplomasi.

Istana Kerajaan Varelis berdiri megah seperti dewa yang duduk di singgasana dunia. Bangunan pusatnya memiliki 17 menara melingkar yang menyimbolkan 17 filosofi keberlangsungan kerajaan.

Dan di singgasana tertinggi duduklah Zegua El. Al. Varelis.

Pria berambut perak pendek, bertubuh tegap, dan bermata hijau zamrud. Wajahnya menunjukkan senyum hangat, namun aura di balik matanya—adalah medan politik yang licin dan tajam.

"Selamat datang di Varelis," katanya lembut. "Mari kita bicara tentang perdamaian… dan arah dunia selanjutnya."

Ein menatap mata sang raja. Senyumnya samar, namun pikirannya sudah menelusuri tiga rencana cadangan dan dua jalur diplomasi alternatif.

"Senang bertemu Anda, Yang Mulia," jawabnya. "Dunia akan bergerak… jika kita menyentuh roda sejarah bersama."

-------

Langit Thal'zurein pagi itu bersih, namun atmosfer di dalam Aula Astrael—ruang pertemuan kerajaan tertinggi—justru sebaliknya. Tenang… terlalu tenang. Seperti permukaan laut yang menyembunyikan pusaran arus bawah.

Aula Astrael dibangun dari batu mithraluim, sejenis batu transparan yang beresonansi dengan kebenaran. Setiap suara yang berdusta, akan memantul aneh di dindingnya. Maka para diplomat menyebutnya "Kubah Tanpa Topeng."

Di sisi barat aula duduk Raja Zegua El. Al. Varelis, mengenakan jubah putih keemasan, mahkotanya terbuat dari pecahan kristal tak bernama—hasil pecahan dari insiden dimensi 900 tahun lalu. Di sebelahnya duduk Putri Kedua Varelis, Elierra El. Al. Varelis, ahli diplomasi dan pembaca niat. Di belakang berdiri Para Penasehat Tiga Langit, individu terpilih yang hanya berbicara jika diperintahkan Raja langsung.

Di sisi timur: Ein, Chelcia, dan Derrick, duduk dalam formasi segitiga.

Ein duduk di tengah, dengan ekspresi datar dan mata seperti cermin hitam: tidak mencerminkan apa pun, tapi menyerap segalanya. Chelcia di sebelah kirinya, tenang tapi waspada. Derrick? Diam, namun tubuhnya menyimpan tekanan sihir yang terasa hingga ke langit-langit.

---

Pertemuan dimulai.

Zegua membuka dengan senyum:

> "Hari ini bukan hanya pertemuan antara dua bangsa, tapi pertemuan antara masa depan dan sejarah. Aku ucapkan selamat datang, Putri Grahameils, Ein Venustia, dan Komandan Velstane."

Chelcia membalas dengan anggun, menyebutkan secara diplomatis niat kekaisaran untuk mempererat hubungan. Derrick melanjutkan dengan formalitas militer dan jaminan keamanan.

Namun Ein… hanya berkata:

> "Aku datang bukan untuk berkata… tapi untuk mendengarkan lebih dulu. Karena niat yang diucapkan, tak selalu mencerminkan maksud sesungguhnya."

Zegua mengangkat alis, lalu tertawa kecil. "Menarik… Kau berbicara seperti seorang Raja muda. Tapi dunia belum tentu menyambutmu sebagai raja, Ein."

> "Aku tidak butuh dunia menyambutku," jawab Ein datar, "Aku hanya butuh duduk di tempat yang memungkinkan aku menulis ulang alurnya."

Seketika aura di ruangan berubah. Para penasehat saling melirik, Elierra menyipitkan mata. Chelcia menarik napas dalam, sedangkan Derrick sudah bersiap menahan tekanan diplomatik jika percikan konflik muncul.

Tapi Zegua justru tersenyum lebih lebar. "Kalau begitu mari kita mulai… menulis bab berikutnya."

---

Agenda Pertemuan

Dalam Beberapa jam, mereka membahas:

--------

Pembukaan Jalur Perdagangan Timur Dataran Gurun

Angin gurun tipis menerpa mosaik kaca istana saat Ein Al. Venustia membuka gulungan papirus berisi rumusan diplomatiknya, dipenuhi simbol-simbol kalkulus imperial dan logogram Grahameils tingkat-6. Raja Zegua menyilangkan tangan di atas meja yang terukir koordinat lintang dan bujur utama wilayah Timur Dataran Gurun.

---

Ein Al. Venustia:

"Jika kita mendefinisikan poros longitudinal jalur perdagangan ini sebagai vektor V dalam ruang 7-dimensi geopolitik, maka keberadaannya akan tergantung pada titik singularitas P yang merepresentasikan simpul logistik utama di Lembah Basalt. Dengan demikian, kita harus mengintegralkan kurva rute melalui medan geopolitik G(x,y,z,t) yang diasumsikan kontinum, dengan fungsi distribusi risiko Ψ sebagai berikut:"

> Ψ(x,y,z) = ∫∫∫[αT(x,y,z) + βR(x,y,z) + γF(x,y,z)] dx dy dz

"Dimana:

α = koefisien ancaman bandit gurun,

β = variabel ketidakstabilan iklim mikro pasir merah,

γ = fungsi politik lokal dari tiga klan semi-nomadik."

Zegua El. Al. Varelis (menyipitkan mata, sembari tersenyum halus):

"Kau berbicara tentang Ψ seolah-olah ia adalah roh pasar itu sendiri, Ein. Namun, dari perspektif saya, kita harus menilai juga fungsi loyalitas sosial—sebuah fungsi sigmoid yang mengandung peluang pengkhianatan berdasar koefisien kekayaan lintasan (KWL). Perhatikan persamaan logistik berikut:"

> L(x) = 1 / (1 + e^(-κ(x - μ)))

"Dimana L adalah loyalitas populasi pedagang, κ adalah sensitivitas terhadap kebijakan bea cukai, dan μ adalah median tekanan ekonomi lokal."

Ein Al. Venustia (mengangguk dengan cepat, lalu menggeser kaca kristal holo-rumus ke arah Zegua):

"Maka, untuk mencapai kestabilan jalur ini, kita perlu menyelaraskan gradien tekanan politik ∇π dengan fungsi koreksi lintasan Fλ, sehingga batas toleransi ketegangan etno-ekonomi (τ) dapat diturunkan menjadi nilai minimumnya pada interval waktu T sebagai: "

> τ(T) = lim (Δπ→0) [∫₀^T (∇π * Fλ(t)) dt]

"Dengan kata lain, kita harus menciptakan zona netral sepanjang 14.2 mil lintasan, di mana ketiga klan tunduk pada prinsip entropi diplomatik rendah—sebuah bentuk semi-anarki terkontrol."

Zegua El. Al. Varelis (mengusap dagunya perlahan):

"Entropi diplomatik rendah… menarik. Tapi tahukah kau bahwa wilayah itu berada pada garis lempeng minor yang berpotensi mengalami pergolakan tektonik sosial—jika kita analogikan dengan lapisan kerak ideologi yang tidak stabil. Maka saya ajukan syarat: mari bentuk Konfederasi Perdagangan Otonom, dengan prinsip dualitas administrasi—setengah Grahameils, setengah Varelis."

Ein Al. Venustia (dengan tatapan berbinar, suara mendesing cepat seperti mesin kalkulasi berjalan):

"Dualitas itu dapat kita jaga dengan parameter kuantum administratif:

Q(t) = {G(t) + V(t)} / 2,

di mana G dan V adalah entropi administrasi masing-masing pihak per satuan waktu. Maka kestabilan akan tercapai bila ΔG ≈ ΔV pada skala semi-tak hingga."

Zegua (tertawa tipis):

"Dengan semua rumus itu, Ein, aku tak tahu apakah kita sedang membicarakan perdagangan atau menciptakan makhluk hidup dari data."

Ein (datar):

"Keduanya bisa saling tumpang tindih dalam mekanika diplomasi hiperkompleks."

---

Hasil Sementara Perundingan:

Dibentuk Zona Perdagangan Netral Gurun Timur sepanjang 14.2 mil.

Konfederasi Perdagangan Otonom dibentuk dengan dualitas administratif.

Fungsi risiko Ψ, loyalitas L(x), dan kestabilan entropi τ akan dimodelkan ulang tiap triwulan berdasarkan kalkulasi lanjutan dari kedua pihak.

Pengawasan dilakukan oleh Dewan Integrasi Probabilistik Gurun, diisi oleh 3 perwakilan Grahameils dan 3 perwakilan Varelis.

---------

Perjanjian Non-Agresi Tiga Wilayah Perbatasan

Kubah aula bersinar dengan proyeksi hipergeometrik wilayah perbatasan—tiga titik menyala dalam pola segitiga tidak sempurna: Daerah Palinggih Hiris, Dataran Neo-Sandral, dan Tanah Retakan Garam Sufurial. Ketiga wilayah ini telah menjadi titik konflik mikro selama dua dekade terakhir, penuh dengan ketegangan etnis, sumber daya, dan trauma sejarah.

Ein Al. Venustia berdiri di depan peta holografik 9 dimensi, menulis dengan pena energi di udara.

---

Ein Al. Venustia:

"Kita harus mulai dengan menyusun model probabilistik intensi agresi triaksial, menggunakan fungsi tensor geopolitik Tᵢⱼ(x,t), di mana i dan j melambangkan vektor wilayah yang saling bersinggungan, dan x adalah fluktuasi niat militer lokal berdasarkan waktu t."

> Tᵢⱼ(x,t) = ∂²Ψ/∂x∂t + α(Mᵢ - Mⱼ) + β(Cᵢ - Cⱼ)

"Dengan:

Ψ = fungsi ketegangan politis,

M = kekuatan militer lokal tiap wilayah,

C = kapasitas cadangan logistik.

Jika ∫Tᵢⱼ dt mendekati nol pada interval Δt = 18 bulan, maka perjanjian non-agresi dinyatakan stabil."

Zegua El. Al. Varelis (menatap grafik dengan alis mengernyit):

"Kau menyusun logika non-agresi seperti struktur partikel kuantum berdimensi sosial. Namun, Ein… niat manusia bukanlah vektor tetap. Ia adalah fungsi stochastic—sebuah variabel acak dengan fluktuasi psikologis."

> Let Iₐ(t) = N(μ, σ²)

"Dimana Iₐ adalah intensi aktor lokal, dan diasumsikan mengikuti distribusi normal dengan rata-rata μ dan deviasi σ², yang akan meningkat drastis bila tekanan pangan, rumor historis, atau hasutan asing masuk ke sistem."

Ein Al. Venustia (menjawab cepat seperti mesin diferensial):

"Betul. Karena itu saya usulkan Persamaan Stabilitas Multilateral (PSM) untuk tiga wilayah, disusun dalam bentuk determinan matriks yang menjamin ∆P ≤ ε (epsilon ketegangan maksimal yang ditoleransi):"

> |T₁₂ T₁₃|

|T₂₃ T₃₁| ≥ 0 jika ∆P < ε

"Kita ikat ini dengan sistem pengawasan Tri-Sensor Geo-Psikis, dipasang pada pusat-pusat budaya wilayah untuk membaca frekuensi agitasi massa—berupa gelombang elektromagnetik mikro dalam skala 10⁻⁹ Tesla, disimulasikan melalui model medan vektor sosial."

Zegua El. Al. Varelis (berdiri perlahan, matanya menyipit dalam kalkulasi):

"Dan bila salah satu nilai gelombang agitasi mencapai nilai resonansi dengan nilai historis konflik di atas 0.62 pada skala von-Karstein, maka otomatis kita aktifkan Protokol Embun Emas: embargo simbolik, pendinginan budaya, dan ekspedisi seni lintas batas."

Ein (membalas dengan cepat):

"Untuk menjaga keberlangsungan PSM, kita harus mengikat perjanjian ini dengan Konstanta Harmonisasi Kepercayaan (κᵗ), dikalkulasi dari jumlah interaksi lintas batas per satuan waktu. Jika κᵗ ≥ 1.8 dalam 6 bulan pertama, maka status non-agresi stabil."

---

Hasil Sementara Perjanjian:

Tiga Wilayah disatukan dalam mekanisme pengawasan interaktif berbasis matriks tensor geopolitik Tᵢⱼ(x,t).

Dibentuk Protokol Embun Emas sebagai respons budaya terhadap ketegangan mikro.

Konstanta Harmonisasi Kepercayaan κᵗ dijadikan parameter utama penilaian stabilitas.

Sistem Tri-Sensor Geo-Psikis akan dioperasikan oleh Konsorsium Etno-Ilmiah bersama ilmuwan dari Grahameils dan Varelis.

---------

Koalisi Anti-Fraksi Kegelapan dari Tanah Utara

Udara terasa lebih berat. Di tengah ruang berbentuk dodecahedron, dipancarkan peta-peta aura tanah utara—terdistorsi, tidak euclidean, menyiratkan interferensi antara sihir purba dan resonansi energi gelap dalam fraktal temporal. Di sinilah Fraksi Kegelapan tumbuh: entitas non-manusia, post-fisik, anti-struktur, menyebar melalui keretakan makna dalam hukum realitas.

Ein Al. Venustia, membawa gulungan doktrin Model Aliran Negasi Keberadaan (MAK), sementara Raja Zegua El. Al. Varelis berdiri di sisi meja sihir logis, mengenakan medali Arka-Keteraturan.

---

Ein Al. Venustia (nada dingin, fokus penuh):

"Untuk memahami ancaman Fraksi Kegelapan, kita perlu menyadari bahwa mereka tidak hanya bekerja di tataran spasial, melainkan melintasi dimensi semantik. Maka, saya telah menyusun Model Topologi Ketidakstabilan Dimensi Realitas R(t), dipadukan dengan Hukum Invers-Ether level 9:"

> R(t) = ∮[Ω(x,t) * ∂Ξ/∂t] dx,

Ξ = tingkat keretakan hukum kausalitas,

Ω = fluktuasi eksistensi pada koordinat dunia realitas rendah.

"Ketika nilai R(t) mendekati singularitas entropik (∂Ξ/∂t → ∞), maka realitas lokal dapat runtuh menjadi domain netral kosong, atau Ketiadaan Bermakna."

Zegua El. Al. Varelis (berjalan mengelilingi meja pentagon-rune, matanya seperti menghitung dalam dimensi non-waktu):

"Sementara kau menganalisis realitas melalui kalkulus eksistensial, aku memilih pendekatan melalui Teori Naratif Retakan. Fraksi Kegelapan muncul karena narasi kosong—kisah-kisah yang kehilangan makna karena pengkhianatan sejarah. Maka, saya usulkan Koalisi Anti-Retakan Naratif (KARN) yang tidak hanya menyerang fisik, tapi menyulam ulang naskah dunia."

> Let N(x,t) = ∂²Θ/∂h∂r,

where Θ = resonansi makna,

h = hubungan historis,

r = retakan representasi simbolik.

"Jika N(x,t) bernilai negatif dalam waktu t < 3 siklus, maka Fraksi Kegelapan dapat muncul dari sistem nilai itu sendiri."

Ein Al. Venustia (terdiam sejenak, lalu membalas dengan perhitungan serentak di 3 holo-skrin berbeda):

"Baik. Maka kita bentuk Koalisi Anti-Fraksi dengan 3 lapisan penahanan:"

Perisai Ontologis (Πω): Diperkuat melalui sinkronisasi 88 menara sihir Grahameils.

Pasukan Naratif-Kritik: Sejumlah 144 penulis suci dari Varelis, diberi akses ke naskah-naskah purba dalam algoritma penyusun realitas.

Jalur Vektor Realitas Berlapis Ganda: Lintasan dimensi ganda yang hanya bisa dilintasi jika identitas eksistensial bernilai tetap dalam sistem Vektor-Faith F(x).

> F(x) = lim(ε→0) [∫₀^T Ψₓ(t) * C(t) dt]

Ψₓ = tekanan iman kolektif terhadap satu identitas,

C(t) = kapasitas keberadaan pada waktu t.

Zegua El. Al. Varelis (mengangguk pelan, mengangkat tongkat kerajaan berisi kristal waktu):

"Tapi kita tidak bisa mengabaikan hukum resonansi balasan. Maka saya ajukan syarat: jika dalam siklus penuh ketiga, ancaman Fraksi Kegelapan naik di atas ambang Skala Kecemasan Eksistensial (SKE) = 1.32, maka Grahameils wajib mengaktifkan Kode Arathem—pemusnahan dimensi parsial."

Ein Al. Venustia (tegas):

"Saya setuju. Namun, kode Arathem hanya akan diaktifkan jika kondisi integral stabilitas realitas: S(t) = ∫₀^T (R(t) - N(t)) dt bernilai negatif mutlak."

---

Hasil Sementara Kesepakatan:

Dibentuk Koalisi Anti-Fraksi Kegelapan dengan 3 lapisan strategi: Ontologis, Naratif, dan Vektor Realitas.

Disepakati ambang reaksi berdasarkan Skala Kecemasan Eksistensial (SKE).

Pemakaian Kode Arathem hanya dibuka saat stabilitas realitas negatif mutlak berdasarkan fungsi S(t).

Koalisi ini bersifat lintas-persepsi, melibatkan para ahli sihir, ilmuwan dimensi, dan penulis naskah realitas.

---------

Rencana Perkawinan Politik Antar Bangsawan

Setelah Tiga Kesepakatan Disetujui Untuk Sementara Ein Dan Raja Zegua Mulai Membahas Dengan Cara Yang Lebih Mudah Untuk Dicerna Oleh Otak.

Zegua El. Al. Varelis (menyeruput teh dari cangkir emas):

"Kita sudah menstabilkan gurun, menenangkan perbatasan, bahkan menentang realitas yang runtuh. Tapi semua itu tak akan bertahan lama jika generasi setelah kita tidak saling terikat."

Ein Al. Venustia (nada bicara lebih hangat daripada biasanya, tapi tetap berhitung):

"Dalam teori kesinambungan kekuasaan dinastik, ada prinsip dasar yang dikenal sebagai Ekuivalensi Vena Kekuasaan (EVK). Dua entitas politik yang memiliki relasi darah akan membentuk 'sumbu legitimasi ganda' yang mengurangi risiko separatisme dan meningkatkan faktor loyalitas internal sebesar rata-rata 23-28%."

Zegua (tersenyum kecil):

"Kau bisa menyampaikan niat baik dalam persentase dan kalkulasi, Ein. Tapi aku sepakat. Maka mari bicara nama dan posisi."

Ein (mengambil lembaran papirus lembut yang bertuliskan silsilah bangsawan Grahameils):

"Putri keempat dari garis cabang House El'Vaen: Lady Sirellia El. Al. Grahameils, usia 23, pendidikan diplomasi di Akademia Ulurian, ahli strategi mikro-psikologi sosial, dan memiliki indeks genetika purity sebesar 0.984 berdasarkan uji darah Daeshal."

Zegua (mengangguk sambil membuka gulungan silsilah dari Varelis):

"Pangeran kedua dari garis utama: Lord Iven El. Al. Varelis, usia 25, pemegang gelar Ksatria Akar Kebenaran, pernah memimpin Misi Selatan selama Krisis Tembok Asin, dan dikenal bijak tapi tak ambisius. Kombinasi keduanya akan mengikat jalur tengah kekuasaan."

Ein:

"Namun… demi kehati-hatian, kita harus mengatur tiga lapisan proteksi politik dari aliansi ini."

---

Tiga Lapisan Proteksi Politik dalam Perkawinan

Kontrak Silang Sumpah Dinasti (KSSD)

Dokumen hukum-dinasti yang memastikan bahwa keturunan hasil pernikahan akan berstatus netral secara pewarisan, dan tidak memiliki klaim otomatis atas takhta Grahameils atau Varelis, kecuali ada konsensus bilateral Dewan Dua Mahkota.

Perjanjian Harta Terkodifikasi

Sistem kepemilikan wilayah dan kekayaan yang mengikuti prinsip Distribusi Sumbu-Lambat: separuh wilayah maskawin akan diatur dalam sistem rotasi administratif lima-tahunan agar tidak terjadi dominasi struktural dari salah satu pihak.

Lembaga Pengamat Aliansi Keluarga (LPAK)

Badan gabungan yang terdiri dari 6 bangsawan senior dan 2 ahli hubungan dinasti, bertugas memantau jalannya hubungan antar keluarga besar dan menangani potensi konflik internal secara diplomatik sebelum membesar.

---

Zegua El. Al. Varelis:

"Tentu, kita juga akan adakan Festival Ikatan Dua Bintang, sebagai simbolisasi penyatuan lintas kekuasaan. Rakyat perlu simbol, bukan hanya pasal-pasal."

Ein Al. Venustia (mengangguk pelan):

"Simbol adalah variabel yang mengikat psikologi kolektif. Aku setuju."

---

Hasil Sementara:

Perkawinan Politik antara Lady Sirellia El. Al. Grahameils dan Lord Iven El. Al. Varelis disetujui secara bilateral.

Dibentuk Kontrak Silang Sumpah Dinasti, Perjanjian Harta Terkodifikasi, dan Lembaga Pengamat Aliansi Keluarga.

Festival penyatuan akan diadakan dalam waktu 1 siklus matahari (3 bulan ke depan).

Garis keturunan dari pernikahan ini tidak otomatis memegang klaim takhta tanpa konsensus dua negara.

---------

Yang terakhir membuat Chelcia diam. Zegua menyebut, "Akan menjadi kehormatan jika Putri Grahameils mempertimbangkan calon dari Varelis… atau bahkan membiarkan nasib memilih. Mungkin ada yang lebih cocok dari kalangan intelektual."

Tatapannya jelas mengarah ke Ein.

Derrick menggertakkan gigi. Chelcia? Tersenyum manis namun berbahaya. Ein hanya berkata tenang:

> "Jika takdir memaksa, maka aku akan berbicara padanya, dan berkata: 'Tunduklah.'"

Diam sejenak. Lalu Zegua bangkit dari kursinya.

> "Aku suka kamu, Ein. Aku ingin melihat seberapa jauh kau bisa melangkah. Tapi ingatlah… Thal'zurein bukan medan untuk pejalan santai. Ini arena gladiator politik. Dan aku adalah singa yang belum pernah kalah."

Ein pun berdiri.

> "Kalau begitu, mari kita lihat siapa yang bisa tetap berjalan… ketika dunia mulai terbakar."

---

Mereka meninggalkan istana dengan kepala tegak, namun di balik langkah elegan itu, pusaran kekuatan sudah mulai bergerak. Zegua memberi instruksi rahasia pada Penasehat Langit. Ein mengaktifkan proteksi pikirannya terhadap pengaruh suara bawah sadar. Chelcia mulai menyusun rencana diplomasi jangka menengah. Dan Derrick… menyusun rotasi penjagaan malam untuk mencegah sabotase.

Pertemuan belum selesai.

Ini hanya pembuka.

Dan Ein tahu… langkah pertama telah menjejak jalur penuh darah, perjanjian, dan pengkhianatan.

-------

Hari kedua di ibu kota Thal'zurein dimulai dengan badai yang tidak terlihat di langit, melainkan di bawah permukaan kehidupan istana. Perang dingin politik telah dimulai. Bukan dengan pedang, melainkan dengan senyum, pesta, dan surat tanpa nama.

Ein duduk di balkon menara penginapannya. Matanya menyapu ibu kota yang megah: ribuan lentera sihir melayang di udara, arsitektur bergaya Varethian Majestic menyatu dengan akar-akar sihir hidup yang berdenyut seperti nadi kerajaan. Tapi pikirannya bukan di pemandangan, melainkan pada percakapan diam-diam yang tersebar seperti jaring laba-laba astral.

> "Mereka akan menguji kita," gumamnya pelan.

Di dalam, Chelcia sudah berpakaian formal diplomatik: gaun berlapis jalinan rune kekaisaran, dan di pinggangnya tergantung lencana perak bertuliskan aksara Grahameils Kuno — tanda sah utusan kekaisaran.

Derrick memeriksa keamanan kamar. Bahkan dengan sistem pelindung kelas imperial, dia menambahkan penghalang pribadi kelas Aetherion, dan 12 penjaga bayangan elit Grahameils yang bersembunyi di antara tembok dan celah dimensi.

---

Hari itu dimulai dengan jamuan makan siang tertutup bersama Bangsawan Tiga Pilar Varelis:

Lord Greinvault — Penanggung jawab militer barat.

Lady Minavera — Kepala penasehat budaya dan sihir klasik.

Duke Rathzmir — Penguasa jaringan informasi dan bayangan.

Setiap kata mereka adalah kode. Setiap senyum adalah sihir ilusi. Chelcia bicara dengan penuh perhitungan. Derrick hanya duduk, menatap setiap gerakan. Tapi Ein?

Ein mengeluarkan gulungan surat kosong. Dan meletakkannya di atas meja.

> "Aku ingin mendengar kalian menulis masa depan. Bukan hanya membicarakannya."

Lord Greinvault menyipit. "Surat kosong… berarti ketidakpastian. Kau ingin memancing kami menuliskannya untukmu, tapi siapa yang memegang pena sebenarnya?"

Ein menjawab:

> "Yang memegang pena... bukan siapa yang menulis lebih dulu. Tapi siapa yang menulis terakhir."

Hening menyelimuti ruangan. Hanya bunyi detakan cangkir dan jam sihir berdetak di latar belakang. Tapi di bawah meja, sebuah gulungan surat tak terlihat berpindah tangan ke Duke Rathzmir.

Itu bukan surat biasa. Tapi perjanjian aliansi rahasia dengan syarat bersyarat yang hanya bisa dibaca jika dipegang oleh pengguna bayangan tingkat tertinggi. Dan hanya Rathzmir yang memiliki akses itu.

---

Saat malam tiba, Ein menghilang.

Bukan secara fisik, tapi manifestasi pikirannya meninggalkan tubuh. Dia menggunakan Teknik Refleksi Astral—teknik kuno yang memungkinkan kesadaran menyusup ke dalam lapisan bawah kerajaan: "Laeza-Duth", zona bayangan yang hanya eksis di bawah kota.

Di sana, dia berjalan melewati Lorong Lore Lupa, di mana hanya ingatan terkuat bisa bertahan. Ia melewati Gerbang Senyap, dan akhirnya mencapai Menara Tersungkur, markas tak resmi Fraksi Varelis Bayangan — faksi yang tidak diakui secara resmi namun dikenal mengendalikan 17% kekuatan politik tersembunyi.

Di dalam, ia bertemu Sosok Bertudung Hitam, dengan suara ganda—seolah dua orang berbicara bersamaan.

> "Ein Al. Venustia... mengapa kau datang ke tempat di mana bahkan Raja tidak bisa menyentuh?"

Ein menjawab tenang:

> "Karena aku ingin menyentuh tempat di mana Raja tidak berani melihat."

---

Dalam diskusi yang penuh teka-teki dan perumpamaan, Ein mulai membentuk koalisi diam-diam: sebuah "Kesepakatan Cahaya-Gelap" untuk menyeimbangkan kekuatan antara Varelis, Grahameils, dan entitas tak dikenal yang mulai bergerak dari utara.

Namun, di akhir pertemuan itu… Sosok Bertudung Hitam menyerahkan sebuah kristal hitam yang bergetar aneh. Di dalamnya, terdapat rekaman pembicaraan rahasia Raja Zegua… dengan entitas tak dikenal dari luar realitas.

---

Setelah Beberapa Saat, Ein kembali ke tubuhnya. Ia membuka matanya perlahan… dan mendapati sebuah surat bercahaya melayang di depan wajahnya.

Surat itu bermaterai lambang kuno—lambang Keluarga Venustia Kuno yang seharusnya telah punah sejak ribuan tahun lalu.

Isi surat hanya satu kalimat:

> "Apakah kau masih tahu siapa dirimu… Ein? Atau… sudah saatnya kau kembali menjadi Nythral'thazir?"

------

— To be continued

More Chapters