Cherreads

long journey I

DaoistDI65pB
14
chs / week
The average realized release rate over the past 30 days is 14 chs / week.
--
NOT RATINGS
421
Views
VIEW MORE

Chapter 1 - prolog - Pangeran yang Tertinggal

Kerajaan Arvendel berdiri megah di antara perbukitan hijau yang luas. Istana kerajaan, dengan menara-menara tinggi dan tembok marmer putihnya, bersinar di bawah cahaya matahari sore. Burung-burung beterbangan di langit biru, sementara bendera kerajaan berkibar anggun di puncak menara tertinggi.

Di dalam aula istana, suara tawa anak-anak menggema.

"Pangeran Reno! Kembalikan sepatuku!"

Seorang gadis berusia sepuluh tahun dengan rambut perak panjang berlari mengejar seorang bocah laki-laki yang tertawa jahil. Itu adalah Liza, putri kedua kerajaan dan kakak tiri Reno.

"Kalau mau, ambil sendiri!" Reno berlari lebih cepat, menggenggam sepatu yang ia rebut dari tangan Liza.

Di belakang mereka, dua gadis lain mengamati dengan ekspresi berbeda.

"Kalian ini... seperti anak kecil," gumam kakak tertua mereka, Elvira, yang berusia empat belas tahun. Rambut putihnya yang elegan tergerai rapi, dan matanya yang hijau menunjukkan ketenangan khas seorang calon ratu.

"Aku juga ingin ikut bermain!" seru yang paling kecil, Freya, gadis berusia enam tahun dengan rambut hitam panjang seperti Reno.

"Kalau begitu, ayo kejar Reno!" Liza berseru.

Reno langsung menyesal karena menantang mereka. Dalam sekejap, ketiga kakaknya mengejarnya di aula istana.

Dari singgasana, Raja Edric dan Ratu-ibu kandung Reno, Elvira, dan Freya-menyaksikan dengan senyum lembut.

"Anak-anak kita begitu ceria hari ini," ujar sang Ratu.

Raja Edric mengangguk. "Biarkan mereka menikmati masa kecil mereka. Sebentar lagi, kehidupan mereka akan berubah."

Namun, mereka tidak menyadari bahwa tawa anak-anak mereka hari itu akan menjadi kenangan terakhir yang tersisa sebelum segalanya hancur.

Malam itu, Reno terbangun oleh suara ledakan yang mengguncang seluruh istana.

Tanah bergetar, kaca jendela bergetar hingga beberapa di antaranya pecah berkeping-keping. Dengan jantung berdebar, ia melompat turun dari tempat tidur dan berlari ke jendela.

Matanya membesar melihat pemandangan di luar.

Langit malam yang biasanya gelap kini diterangi oleh cahaya keemasan yang muncul dari sebuah pusaran raksasa di angkasa. Dari portal itu, muncul makhluk-makhluk yang belum pernah ia lihat sebelumnya-beberapa tampak seperti manusia berjubah hitam, sementara yang lain memiliki tubuh raksasa dengan mata merah membara.

Suara pertempuran menggema di seluruh penjuru kota. Para prajurit kerajaan berusaha mempertahankan istana, tetapi makhluk-makhluk itu terlalu kuat. Api berkobar di berbagai sudut, menerangi bayangan yang bergerak dengan cepat.

Tanpa pikir panjang, Reno berlari keluar dari kamarnya. Ia harus menemukan keluarganya.

Di lorong istana, ia hampir bertabrakan dengan Freya, yang berlari dengan wajah ketakutan.

"Reno!" seru Freya, matanya berkaca-kaca. "Di mana Ibu dan Ayah?"

"Aku tidak tahu!" Reno menggenggam tangan adiknya. "Ayo cari mereka!"

Mereka terus berlari, hingga akhirnya tiba di aula utama-dan di sanalah mereka melihatnya.

Raja Edric, Ratu, dan saudari mereka yang lain sedang bertarung.

Elvira berdiri di samping Raja, pedangnya berkilauan di bawah cahaya api. Liza mengangkat tangannya, mengeluarkan sihir perlindungan untuk menahan serangan lawan. Ratu berusaha melindungi Freya, tetapi ekspresinya penuh kekhawatiran.

Dan di hadapan mereka berdiri pria berjubah hitam dengan rambut keperakan dan mata licik.

"Ah... keluarga kerajaan yang lengkap." Suaranya tenang, tetapi aura gelapnya bergetar mengerikan. "Sayang sekali, malam ini kerajaan kalian akan lenyap."

Tiba-tiba, portal raksasa di atas istana mulai menyebarkan cahaya yang lebih terang.

Dan dalam sekejap-

Elvira, Liza, dan Freya mulai tersedot ke dalam cahaya itu.

"Ibu! Ayah! Tolong!" Freya menjerit, tubuhnya berubah menjadi partikel emas sebelum menghilang.

Reno mencoba meraih tangan kakaknya, tetapi cahaya itu terlalu kuat. Dalam hitungan detik, seluruh keluarganya-orang tua dan ketiga saudari yang ia cintai-lenyap ke dalam portal.

Hanya Reno yang tertinggal.

Dua tahun telah berlalu.

Sekarang, Reno berusia sepuluh tahun.

Ia masih berada di reruntuhan Arvendel, hidup seorang diri di kerajaan yang telah hancur.

Di siang hari, ia berburu di hutan, mencari makanan untuk bertahan hidup. Di malam hari, ia membaca buku-buku sihir kuno, mencari jawaban tentang apa yang terjadi.

Satu hal yang ia ketahui dengan pasti: keluarganya tidak mati.

Mereka telah dipindahkan ke suatu tempat-ke masa depan.

Dan suatu hari nanti, Reno akan menemukan mereka.

Tak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan.